{{brizy_dc_post_title}}


Hai mas mbak yang berbahagia,

ikan pari bertemu arwana, selamat pagi dan salam sejahtera

kali ini CDA ITNY mau tanya nih, mas mbak punya buku favorit apa aja ...?

dari berbagai literasi, usut demi usut sih, kita bisa ambil banyak hikmah dari beragam buku lho

langsung gaskeuun yuks

  1. Penguasaan terhadap sesuatu itu menuntut "Kesabaran".

Salah satu alasan pokok mengapa seseorang sulit sekali membangun kebiasaan yang awet. Orang membuat beberapa perubahan kecil, tetapi tidak dapat melihat hasil nyata, jadi ia memutuskan untuk BERHENTI.  (Atomic Habits)

Intinya, ketika ingin meraih sesuatu itu butuh kesabaran, tidak bisa langsung menggebu-gebu, istilah jawanya saidak daknyet

2. Semua hal besar berawal dari hal kecil.

Meraih sasaran hanya mengubah hidup anda untuk sesaat. Padahal masalahnya bukan terletak pada hasil. Yang sungguh perlu kita ubah adalah sistem-sistem dibaliknya yang akan membuat hasil tersebut. Maka dari itu, jika menginginkan hasil yang lebih baik, jangan memusingkan sasaran dahulu. Sebagai gantinya, berfokuslah pada sistem Anda. (Atomic Habits)

Intinya, ketika ingin meraih sesuatu itu tidak bisa langsung dapat, semua dimulai dari yang kecil, misal naik tangga, kita engga bisa langsung naik ke tangga 100, tetapi dimulai dari satu ke dua ke tiga dst, yang penting konsisten

3. Anda tidak berurusan dengan makhluk logika

Jangan takut dengan musuh yang menyerang Anda. Takutlah pada teman yang menyanjungmu. (How To Win Friends and Influence People)

Intinya, saat berhadapan dengan orang, ingatlah bahwa Anda tidak berurusan dengan makhluk logika, tetapi dengan makhluk yang penuh dengan prasangka dan dimotivasi oleh kesombongan dan kesia-siaan.

Semua orang memiliki ketakutan, tetapi yang berani menyingkirkan ketakutan mereka dan maju, terkadang sampai mati, tetapi selalu menuju kemenangan

4. Mengetahui semua berarti memaafkan semua

Daripada mengutuk orang, mari kita coba memahami mereka.  Mari kita coba mencari tahu mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan.  Itu jauh lebih menguntungkan dan menarik daripada kritik; dan itu melahirkan simpati, toleransi dan kebaikan. “Mengetahui semua berarti memaafkan semua. (How To Win Friends and Influence People)

Intinya, setiap keburukan orang lain, pasti ada sisi kebaikan / kelebihan yang bisa memotivasi kita untuk lebih bersemangat, berpikirlah dari beragam sudut pandang sebelum mengambil suatu keputusan.

5. Pengalaman itu sesuai tujuan kita

Jika seseorang hidup dengan cara memuaskan ekspektasi orang lain, dan mempercayakan kehidupan pada orang lain, itu adalah cara hidup orang yang sedang mendustai diri sendiri, dan dia memperpanjang dustanya pada orang-orang disekitarnya.   (Berani Tidak Disukai)

Intinya, jika masa lalu menentukan segalanya dan tidak bisa diubah, kita yang hidup hari ini tidak akan bisa lagi mengambil

langkah-langkah maju yang efektif dalam hidup.

Jangan terpaku pada masa lalu yang kelam atau banyak hitamnya, mulai saat ini mulailah dari hal terkecil, masa depan mu ada ditangan sendiri, tak perlu menunggu intruksi dari orang lain, karena yang mengerti dirimu ya hanyalah diri sendiri.

6. Orang egois tidak mampu mencintai orang lain, mereka juga tidak mampu mencintai diri mereka sendiri

Cinta yang tak dewasa:'Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu'. Cinta yang dewasa:'Aku membutuhkanmu karena aku

mencintaimu'   (Art of Loving)

Intinya, saling menyayangi, saling perhatian, dan tambahkan kejujuran dan komunikasi yang baik, dalam menjalani sebuah hubungan dengan pasangan.

7. Cinta adalah anak dari kebebasan, tidak pernah mendominasi

Cinta berarti berkomitmen pada diri sendiri tanpa jaminan, memberi diri sendiri sepenuhnya dengan harapan bahwa cinta kita akan menghasilkan cinta pada orang yang dicintai. Cinta adalah tindakan iman, dan siapapun yang memiliki sedikit iman juga memiliki sedikit cinta.  (Art of Loving)

Intinya, jangan memberikan harapan pada sesuatu yang tak mungkin bisa dipenuhi, serta jangan lupa ibadah, cinta tanpa ibadah bagaikan tampar tanpa sapinya (sia-sia) engga ada manfaatnya.

Tampar / tali ibarat cinta, sedangkan ibadah ibarat sapi, jika beli tampar saja tidak akan mendapatkan sapi, sebaliknya jika membeli sapi pasti akan dapat tampar.

cukup sekian dulu ya mas mbak, nantikan artikel menarik lainya dari CDA ITNY

salam hangat

(YA)